Jombang, JurnalTerdepan.com – Suasana Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mendadak semarak dan penuh keceriaan pada Minggu (3/8/2025), seiring digelarnya Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan warga dari berbagai dusun tumpah ruah memadati sepanjang jalan utama desa untuk menyaksikan atraksi budaya dan parade meriah yang disajikan oleh masyarakat setempat.
Karnaval tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, organisasi pemuda, Karang Taruna, kelompok seni, hingga warga umum. Masing-masing peserta menampilkan busana kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya lokal dan nasional. Pawai juga dimeriahkan dengan parade kendaraan hias, termasuk mobil modifikasi hijau mencolok lengkap dengan sistem audio besar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjung Gunung menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras seluruh elemen masyarakat. “Karnaval ini bukan hanya ajang hiburan tahunan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan kita pada tanah air dan warisan budaya bangsa. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga,” tuturnya penuh semangat.
Tak hanya parade kostum dan kendaraan, beragam pertunjukan seni turut memeriahkan acara, seperti tari tradisional, pertunjukan reog, serta musik patrol yang menggema di sepanjang rute karnaval. Suasana penuh suka cita menyelimuti desa, di mana anak-anak hingga orang dewasa larut dalam semangat kemerdekaan.
Para pedagang kaki lima turut kebagian berkah, melayani pengunjung yang membeli makanan, minuman, dan berbagai pernak-pernik bernuansa merah putih. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penggerak ekonomi mikro desa.
Panitia pelaksana karnaval yang dipimpin oleh Karang Taruna setempat menyebutkan bahwa persiapan telah dilakukan selama satu bulan. Masing-masing RT diwajibkan mengirim kontingen sesuai tema yang telah ditentukan secara musyawarah. “Tahun ini tema kami adalah ‘Bangkit Bersama untuk Indonesia Maju’. Alhamdulillah, partisipasi warga luar biasa,” ungkap salah satu panitia.
Warga pun memberikan respons positif terhadap pelaksanaan karnaval. “Tahun ini lebih meriah. Anak-anak bisa belajar budaya dan ikut tampil. Harapannya ke depan bisa lebih besar lagi skalanya,” ujar Sarman, warga RW 03 yang menyaksikan acara bersama keluarga.
Petugas linmas dan relawan desa berjaga di berbagai titik strategis guna memastikan lalu lintas tetap lancar dan kegiatan berjalan aman. Jalur utama desa ditutup sementara untuk umum selama karnaval berlangsung, mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari.
Kesuksesan karnaval budaya ini menjadi bukti bahwa Desa Tanjung Gunung bukan hanya aktif dan kreatif, tetapi juga memiliki semangat tinggi dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan serta mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. Semangat kemerdekaan pun terasa hidup dan membumi melalui semangat gotong royong yang ditunjukkan warga desa. (rhy)












