Jombang, JurnalTerdepan.com – Menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang memprioritas kegiatan pemeliharaan jalan-jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif pemudik. Sedikitnya 11 ruas jalan kabupaten menjadi jalur alternatif mudik dan balik Lebaran.
Pemerintah Kabupaten Jombang terus melakukan pemeliharaan berkala setiap ruas, terutama menambal titik-titik jalan berlubang.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan forum lalu lintas dan angkutan jalan, beberapa jalan kabupaten jadi jalur alternatif untuk angkutan lebaran.
”Jadi ada sekitar 11 ruas jalan yang diprioritaskan baik dari barat, utara maupun timur,” kata Agung Rabu, (26/3/2025).
Dari 11 ruas jalan itu beberapa di antaranya, dari arah barat kendaraan dari Jombang ke Kediri ataupun Malang begitupun sebaliknya, bisa melintas di ruas Sembung-Tanggungan, Kasemen-Tanggungan, Blimbing-Gudo.
”Sementara dari arah timur di ruas Gambiran-Selorejo, lalu Selorejo-Kertorejo, kemudian Kertorejo-Ngoro,” imbuhnya.
Begitu juga dari arah timur atau dari jalan nasional di Kecamatan Mojoagung.
”Jalur alternatifnya ruas Mojoagung-Mojoduwur, akhirnya ketemu ke Gambiran-Selorejo,” ujar Agung.
Sementara di utara Sungai Brantas, dua ruas jalan kabupaten yang lebih dominan digunakan sebagai jalur alternatif. Masing-masing ruas Kabuh-Tapen dan Ploso-Munung.
”Lebih dominan Kabuh-Tapen dan Ploso-Munung,” tutur dia.
Hingga saat ini pemeliharaan berkala di sejumlah ruas jalan itu masih terus dilakukan. Memastikan setiap titik lubang menganga bisa segera tertangani.
”Jadi sampai hari ini masih ada kegiatan. Besok terakhir. Tetapi, melihat order materialnya dulu. Kalaupun material sudah tidak bisa lewat (pembatasan angkutan barang) maka akan memakai aspal cold mix,” kata Agung. (red)










