Jombang, JurnalTerdepan.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang mencatat, dari total panjang jalan kabupaten 1.213 kilometer, pada 2024 baru sekitar 74 persen jalan kondisinya baik. Sisanya sekitar 26 persen kondisinya rusak.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, hingga akhir 2024 lalu, belum seluruh jalan kabupaten dalam kondisi mantap.
”Jadi dari 499 ruas jalan kabupaten, yang sekarang dalam kondisi mantap itu 74 persen, artinya jalan kondisinya baik dan sedang,” kata Bayu.
Sisanya atau sekitar 26 persen, menurut Bayu, kondisi jalan masih rusak.
”Dari total panjang jalan kabupaten 1.213 kilometer, ada sekitar 600 kilometer dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat,” imbuhnya.
Ratusan kilometer jalan rusak itu menyebar hampir di setiap kecamatan. Baik di utara maupun selatan Sungai Brantas.
Jika dilakukan penanganan secara sekaligus anggaran yang dikeluarkan juga tak sedikit.
”Jadi ketika perbaikan dilakukan sepanjang 600 kilometer ini masih membutuhkan kurang lebih Rp 900 miliar,” ujar Bayu.
Disinggung Mendagri membuka opsi pemerintah daerah bisa menggunakan BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk penanganan jalan rusak menjelang mudik dan balik Lebaran, menurut Bayu, untuk sementara pihaknya belum sampai mengarah ke situ.
”Sejauh ini untuk menggunakan BTT, kami belum dapat surat atau informasi itu. BTT juga digunakan sifatnya tanggap darurat, apakah bisa dipakai untuk jalan rusak. Karena untuk menggunakan BTT syaratnya juga ada SK bencana dari pemerintah daerah, teman-teman BPKAD (Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah) yang lebih mengetahui ini,” pungkas Bayu. (red/rhy)










